
Roberto De Zerbi. (c) AP Photo/Thibault Camus.
Tottenham Hotspur akan menjalani salah satu pertandingan terpenting mereka musim ini saat menghadapi Chelsea dalam Derby London di Stamford Bridge, Rabu (20/5/2026) dini hari WIB. Bagi Spurs, laga ini bukan sekadar soal rivalitas, tetapi juga pertaruhan besar demi memastikan tempat mereka tetap aman di Premier League musim depan.
Situasi di papan bawah klasemen membuat tekanan semakin besar bagi skuad asuhan Roberto De Zerbi. Namun alih-alih bermain aman demi mengincar hasil imbang, Tottenham justru datang dengan ambisi besar untuk memburu kemenangan penuh di markas rival sekota mereka.
Kondisi tersebut membuat laga di Stamford Bridge dipastikan berlangsung panas sejak menit pertama. Tottenham tahu bahwa satu poin mungkin cukup membantu posisi mereka, tetapi De Zerbi ingin anak asuhnya tetap tampil dengan mentalitas menyerang dan berani mengambil risiko.
Spurs Bangkit di Saat yang Tepat
Perjuangan Tottenham untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris mulai menunjukkan hasil positif dalam beberapa pekan terakhir. Momentum kebangkitan mereka hadir setelah rival langsung di zona bawah, West Ham United, kalah 3-1 dari Newcastle United di St James’ Park.
Hasil tersebut membuka peluang besar bagi Spurs untuk keluar dari tekanan degradasi. Tottenham berhasil memanfaatkan momentum dengan meraih tujuh poin dari tiga pertandingan terakhir mereka di Premier League.
Rentetan hasil positif itu membuat Tottenham kini unggul atas West Ham di papan klasemen sementara. Situasi semakin menguntungkan karena West Ham hanya memiliki satu pertandingan tersisa hingga akhir musim.
Meski posisi Spurs belum sepenuhnya aman, performa dalam beberapa laga terakhir memperlihatkan adanya perubahan mentalitas dan kepercayaan diri di bawah arahan De Zerbi. Tim mulai tampil lebih agresif dan mampu menjaga konsistensi permainan di tengah tekanan besar.
Roberto De Zerbi Tolak Main Aman
Secara matematis, hasil imbang sebenarnya cukup menguntungkan bagi Tottenham. Dengan selisih gol yang lebih baik dibanding pesaing mereka, tambahan satu poin bisa menjadi langkah penting untuk bertahan di Premier League.
Namun, Roberto De Zerbi menegaskan bahwa timnya tidak akan turun dengan pola pikir defensif. Pelatih asal Italia tersebut menolak menjadikan hasil seri sebagai target utama.
Menurut De Zerbi, Tottenham harus tetap bermain untuk menang karena mentalitas itulah yang dibutuhkan tim besar. Ia tidak ingin para pemain memasuki pertandingan dengan rasa takut atau terlalu fokus menjaga hasil.
De Zerbi menegaskan bahwa sejak sesi persiapan dan pertemuan tim, pembahasan utama selalu berorientasi pada kemenangan. Baginya, sepak bola tidak boleh dimainkan hanya untuk bertahan hidup tanpa keberanian mengambil inisiatif.
Pendekatan agresif tersebut memang menjadi ciri khas De Zerbi sepanjang karier kepelatihannya. Ia dikenal sebagai pelatih yang menyukai permainan progresif, penguasaan bola, dan tekanan tinggi terhadap lawan.
Mentalitas inilah yang kini coba ditanamkan kepada Tottenham, bahkan dalam situasi penuh tekanan seperti ancaman degradasi.
Rivalitas London Jadi Motivasi Tambahan
Pertandingan antara Chelsea dan Tottenham Hotspur selalu menghadirkan tensi tinggi. Rivalitas kedua klub London tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan sering menghasilkan laga penuh drama.
Salah satu momen paling ikonik terjadi pada 2016 lewat pertandingan yang dikenal dengan sebutan “Battle of the Bridge”. Saat itu, hasil imbang di Stamford Bridge menghancurkan peluang Tottenham meraih gelar Premier League dan sekaligus memastikan Leicester City keluar sebagai juara.
Atmosfer panas itulah yang kembali terasa menjelang duel kali ini. Namun De Zerbi justru menikmati tekanan tersebut dan menjadikannya sebagai bahan bakar motivasi bagi timnya.
Ia mengakui banyak pihak berharap Tottenham gagal dan bahkan terdegradasi musim ini. Akan tetapi, situasi tersebut justru dianggap sebagai tantangan menarik yang dapat membakar semangat pemain.
Menurut De Zerbi, tekanan dalam sepak bola adalah sesuatu yang harus diterima dan dinikmati. Ia ingin para pemain tampil dengan keberanian serta menikmati kemungkinan merayakan kemenangan di stadion rival mereka sendiri.
Mentalitas seperti ini menjadi penting karena laga derby tidak hanya ditentukan oleh kualitas teknis, tetapi juga kekuatan mental dan karakter tim di lapangan.
Rekor Buruk Spurs di Stamford Bridge
Meski datang dengan motivasi tinggi, Tottenham tetap dibayangi rekor buruk ketika bermain di Stamford Bridge. Stadion milik Chelsea tersebut selama ini menjadi tempat yang sangat sulit bagi Spurs.
Dalam era Premier League, Tottenham hanya mampu meraih satu kemenangan dari 41 kunjungan ke markas Chelsea. Fakta tersebut menjadi salah satu statistik paling mencolok dalam rivalitas kedua tim.
Kemenangan terakhir Spurs di Stamford Bridge sendiri terjadi pada tahun 2018. Sejak saat itu, Tottenham kembali kesulitan mendapatkan hasil positif setiap kali bertandang ke kandang rival sekota mereka.
De Zerbi mengaku sudah membahas catatan tersebut bersama para pemain. Namun ia meminta tim untuk tidak terlalu terbebani oleh sejarah masa lalu.
Baginya, yang paling penting saat ini adalah semangat, keberanian, dan kemampuan bermain dengan kepribadian kuat di lapangan. Fokus utama Tottenham adalah mengamankan poin demi bertahan di Premier League musim depan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa De Zerbi ingin timnya bermain tanpa rasa takut meski menghadapi tekanan sejarah dan atmosfer stadion yang tidak bersahabat.
Chelsea Juga Sedang Tertekan
Menariknya, Tottenham tidak datang menghadapi Chelsea dalam kondisi lawan yang sedang percaya diri. Chelsea justru tengah mengalami periode sulit setelah menelan enam kekalahan dalam tujuh pertandingan liga terakhir.
Situasi mereka semakin memburuk setelah gagal meraih trofi di final FA Cup. Tekanan terhadap skuad Chelsea kini semakin besar karena performa yang tidak stabil sepanjang akhir musim.
Meski demikian, De Zerbi tetap menaruh respek tinggi terhadap kualitas individu pemain Chelsea. Ia secara khusus menyoroti beberapa nama yang pernah bekerja bersamanya, seperti Moises Caicedo, Levi Colwill, Joao Pedro, dan Robert Sanchez.
Menurutnya, Chelsea tetap memiliki skuad berkualitas yang bisa berbahaya kapan saja. Karena itu, Tottenham tidak boleh lengah meski lawan sedang berada dalam tren negatif.
Laga Penentu Nasib Spurs
Pertandingan di Stamford Bridge kini menjadi lebih dari sekadar Derby London bagi Tottenham. Laga ini bisa menentukan arah masa depan klub di Premier League musim depan.
Jika berhasil meraih hasil positif, Spurs berpeluang besar mengamankan posisi mereka dan menghindari ancaman degradasi. Sebaliknya, kegagalan mendapatkan poin bisa membuat tekanan kembali meningkat menjelang akhir musim.
Dengan gaya bermain menyerang ala Roberto De Zerbi, Tottenham diperkirakan tetap tampil berani meski bermain di kandang lawan. Mentalitas “tidak bermain aman” menjadi pesan utama yang coba dibawa sang pelatih ke dalam laga penting ini.
Bagi para pendukung Spurs, kemenangan di Stamford Bridge bukan hanya soal tiga poin. Itu juga akan menjadi simbol kebangkitan, pembalasan rivalitas lama, dan bukti bahwa Tottenham masih memiliki karakter kuat di tengah tekanan besar musim ini.
Gabung Komunitas Jasabet
Bagi Anda yang ingin mendapatkan update terbaru seputar sepak bola dunia dan informasi menarik lainnya, Anda bisa bergabung bersama komunitas Jasabet. Gabung komunitas Jasabet dengan cara Login Jasabet.
Baca Ini Juga:
Cherki dan Mainoo Masuk Nominasi Pemain Muda Terbaik Premier League 2026


