
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola merayakan kemenangan timnya di final Carabao Cup, 23 Maret 2026 lalu melawan Arsenal. (c) AP Photo/Richard Pelham.
Pep Guardiola menegaskan bahwa Manchester City tidak merasa terbebani meski tertinggal dari Arsenal dalam persaingan gelar Premier League musim 2025/2026.
City saat ini berada di posisi kedua klasemen dengan selisih lima poin dari Arsenal. Situasi tersebut semakin sulit setelah The Gunners meraih kemenangan dramatis atas West Ham United pada pekan sebelumnya.
Meski begitu, Manchester City masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit dibanding Arsenal. Hal itu membuat peluang juara mereka belum sepenuhnya tertutup.
Guardiola memilih tetap tenang menghadapi situasi tersebut dan meminta timnya fokus pada hal-hal yang masih bisa mereka kendalikan.
Guardiola Tidak Mau Terjebak Tekanan
Pep Guardiola menegaskan bahwa kondisi timnya tidak berubah hanya karena Arsenal berhasil memperlebar jarak di klasemen.
Menurut Guardiola, tekanan eksternal adalah sesuatu yang tidak perlu terlalu dipikirkan oleh para pemain.
Ia lebih memilih fokus pada peningkatan performa tim dibanding memikirkan hasil pertandingan rival.
“Sama saja seperti dua hari, tiga hari, atau empat hari lalu.”
Pelatih asal Spanyol itu mengaku telah belajar banyak sepanjang kariernya sebagai pelatih, terutama soal bagaimana menghadapi tekanan dalam perebutan gelar.
“Apa yang tidak bisa Anda kendalikan, lupakan saja.”
Pernyataan tersebut menggambarkan filosofi Guardiola yang selalu menekankan kontrol terhadap performa tim sendiri dibanding bergantung pada hasil lawan.
Manchester City Masih Dalam Perburuan Gelar
Meski tertinggal lima poin dari Arsenal, Guardiola yakin Manchester City masih punya peluang besar dalam perburuan gelar Premier League.
Ia menilai musim ini City memang belum tampil sesempurna beberapa musim sebelumnya. Namun, mereka masih berada dalam posisi yang cukup baik untuk bersaing hingga pekan terakhir.
“Perbaiki apa yang belum Anda lakukan dengan baik musim ini.”
Guardiola menekankan pentingnya menjaga konsistensi permainan di sisa pertandingan.
Menurutnya, jika City mampu terus menang, tekanan justru bisa berbalik kepada Arsenal yang kini berada di posisi terdepan.
Crystal Palace Tetap Berbahaya
Fokus terdekat Manchester City kini tertuju pada laga melawan Crystal Palace.
Meski Palace sedang tidak stabil di liga, Guardiola menilai lawannya tetap memiliki kualitas yang tidak boleh diremehkan.
Ia mengingatkan bahwa Palace juga sedang mempersiapkan diri menghadapi final kompetisi Eropa, yang bisa membuat mereka tampil lebih termotivasi.
“Mereka punya final Eropa.”
Guardiola juga menyebut perubahan dalam struktur klub dan ketidakstabilan performa bukan berarti Palace kehilangan kualitas.
“Mereka mungkin tidak konsisten, tetapi kualitas mereka tetap ada.”
Pernyataan itu menunjukkan Guardiola tetap menjaga kewaspadaan penuh terhadap lawan yang secara kualitas di bawah City.
Jadwal Padat Jadi Tantangan Tambahan
Selain persaingan gelar, Guardiola juga harus memikirkan kondisi fisik skuadnya.
Manchester City menghadapi jadwal yang sangat padat dalam beberapa pekan terakhir musim ini.
Setelah menghadapi Crystal Palace, City harus menjalani laga tandang ke London sebelum kembali bermain melawan AFC Bournemouth.
Situasi tersebut membuat rotasi pemain menjadi faktor penting.
Guardiola mengakui dirinya harus berhati-hati menentukan komposisi tim demi menjaga kebugaran para pemain di momen krusial musim ini.
Kondisi Pemain Mulai Membaik
Kabar baik bagi Manchester City adalah beberapa pemain yang sebelumnya cedera mulai menunjukkan perkembangan positif.
Namun, Guardiola belum memastikan apakah mereka siap dimainkan dalam waktu dekat.
Pelatih berusia 55 tahun itu dikenal sangat berhati-hati dalam memulihkan pemain agar tidak mengalami cedera berulang.
Pendekatan tersebut menjadi penting mengingat City masih harus menjalani beberapa pertandingan penentu musim ini.
Arsenal Masih Jadi Patokan
Meski memilih fokus pada tim sendiri, Guardiola tetap sadar bahwa nasib gelar kini sebagian berada di tangan Arsenal.
The Gunners tampil sangat konsisten dalam beberapa bulan terakhir dan terus menjaga posisi di puncak klasemen.
Namun, Guardiola tampaknya tidak ingin para pemainnya terlalu terbebani memikirkan Arsenal.
Ia lebih memilih City menjaga momentum kemenangan sambil berharap rival mereka kehilangan poin di sisa musim.
Mental Juara Manchester City Diuji
Dalam beberapa musim terakhir, Manchester City dikenal sebagai tim yang sangat kuat dalam tekanan perebutan gelar.
Pengalaman memenangkan banyak trofi Premier League membuat City punya mentalitas juara yang sulit ditandingi.
Kini, tantangan terbesar mereka adalah menjaga fokus di tengah tekanan klasemen dan jadwal padat.
Guardiola percaya pengalaman tersebut bisa menjadi pembeda di fase akhir musim.
Kini, City harus membuktikan mental juara mereka sambil berharap Arsenal terpeleset di sisa musim yang semakin menegangkan.
Gabung Komunitas Jasabet
Bagi Anda yang ingin mendapatkan update terbaru seputar sepak bola dunia dan informasi menarik lainnya, Anda bisa bergabung bersama komunitas Jasabet. Gabung komunitas Jasabet dengan cara Login Jasabet.
Baca Ini Juga:
Hasil Semifinal Piala FA: Chelsea 1-0 Leeds, Tantang Manchester City di Final


